bj_web_banner (3).jpg
IMG-20210922-WA0001_edited_edited.png
Copy of LOGO BROADCAST SEGITIGA BLOCK HITAM.png
rhplaw_edited.png
Apidura-logo-01.png

INFORMASI PENTING

 

We are pleased to inform you that Bentang Jawa is on track to be held on 3 OCT 21.

Participants will shortly received an email detailing necessary logistic for starter pack, starting location, starting time, etc. Information in this website has also been updated accordingly.

Granted, regardless of the above - the situation remains fluid as such we may modify the route, starting point, starting time and other detail to meet government COVID19 regulation.

Thank you and looking forward to see you all !

BENTANG JAWA

Bentang Jawa adalah petualangan sepeda jarak jauh mandiri (unsupported ultra cycling race) dan navigasi mandiri melintasi Pulau Jawa, yang akan dimulai dari barat menuju timur. Pesepeda dapat bersepeda sebagai individu (solo) atau tim berdua (pair). Selama perjalanan, pesepeda akan diajak untuk mengeksplorasi sisi selatan Pulau Jawa yang bervariasi; indah dan mistis, menyusuri daerah pesisir pantai, rangkaian perbukitan dan pegunungan dan hutan sepanjang lima provinsi melintasi jarak 1.500 KM dengan 16.000 meter elevation gain yang harus ditempuh dalam waktu 156 jam. 

Akan terdapat 2 titik pengecekan (checkpoint) pada rute lomba, dimana pesepeda harus memvalidasi kartu brevet mereka dengan mendapatkan cap di setiap titik pengecekan. Selama acara, para pesepeda juga harus selalu mengaktifkan GPS tracker* mereka. Untuk beberapa pesepeda, ini akan menjadi ajang yang menantang jiwa kompetisi, namun untuk beberapa pesepeda lainnya ini akan menjadi pengalaman sekali seumur hidup.

Lomba akan dimulai pada hari Minggu, 3 Oktober 2021 pukul 05.30 WIB dan berakhir pada hari Sabtu, 9 Oktober 2021, pukul 17.30 WIB (tentatif). Setiap calon pesepeda yang akan mendaftar dan mengikuti Bentang Jawa diwajibkan untuk membaca, memahami, dan mematuhi Panduan Lomba (Race Guide).

*Catatan: Pesepeda dapat menggunakan GPS tracker yang dimiliki sendiri dan didaftarkan ke Bentang Jawa, seperti misalnya SPOT (https://www.findmespot.com/en-us/), ATAU dengan memasang aplikasi RACEMAP (https://racemap.com/apps) di telepon genggam mereka.

 

RUTE

Pulau Jawa adalah pulau dengan populasi penduduk terpadat di Indonesia, pusat pemerintahan, ekonomi, kebudayaan, dan pendidikan. Terbagi menjadi 6 provinsi Jakarta; Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur, Pulau Jawa adalah cerminan Indonesia dengan keunikan budaya, makanan, dan alam tersendiri. Rute Bentang Jawa dipilih untuk meminimalisir interaksi dengan lalu lintas ramai, walaupun sebagai jalur provinsi dan nasional, interaksi dengan kendaraan besar seperti truk dan bus tidak akan terhindarkan.

Peserta Bentang Jawa akan berangkat dari provinsi terbarat yaitu Banten, tepatnya di Pantai Carita menelusuri daerah pantai selatan provinsi Banten, melewati landmark pariwisata Banten dan Jawa Barat yang terkenal, seperti Pantai Sawarna, Pelabuhan Ratu, dan Pangandaran. Kontur pantai selatan yang bervariasi, menjanjikan suguhan pemandangan yang indah dan silih berganti: pantai, desa nelayan, hutan budidaya, dan perbukitan. Memasuki daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta, pemandangan khas pesisir akan digantikan oleh pegunungan dan perbukitan yang hijau teduh dan sawah yang membentang sejauh mata memandang. Perbukitan Kretek dan Panggang menjanjikan tantangan sekaligus pemandangan yang luar biasa. Jawa Timur sebagai rute pamungkas menyajikan klimaks dari segi tantangan dan pemandangan, hutan tua yang mistis, sungai yang lebar dan deras, untaian perbukitan silih berganti akan tersaji tanpa henti sebelum turunan panjang yang menyenangkan menuju kota Banyuwangi.

UNTUK SIAPAKAH BENTANG JAWA ?

Bentang Jawa terbuka untuk seluruh Warga Negara Indonesia atau Warga Negara Asing yang berada di Indonesia. Walaupun bersifat "lomba", sesungguhnya rute Bentang Jawa di desain mengikuti semangat petualangan dan eksplorasi dalam bersepeda. Jarak dan ketinggian bukanlah tujuan, melainkan sarana untuk mencapai tujuan, yaitu mengajak peserta menikmati keindahan pesisir selatan Pulau Jawa.

 

Tidak ada niatan untuk menjadikan Bentang Jawa sebagai ajang "yang tersulit" atau "yang paling menantang", yang mungkin hanya bisa diselesaikan oleh atlet yang paling tangguh, akan tetapi, ada ekspektasi bahwa pesepeda yang berniat mengikuti Bentang Jawa, telah memiliki pengalaman bersepeda yang cukup dan/atau tingkatan kebugaran yang mumpuni. Tidak ada batasan yang pasti apakah seorang pesepeda akan mampu mengikuti dan menyelesaikan Bentang Jawa. Berikut ini adalah beberapa gambaran yang bisa kami sampaikan.

Apabila Anda adalah seorang pesepeda yang sudah terbiasa dan sering bersepeda dengan jarak >150 KM dan/atau dalam satu minggu terbiasa menempuh jarak >250 KM, maka mungkin Bentang Jawa cocok untuk menjadi tantangan berikutnya untuk Anda. Begitu juga apabila Anda adalah pesepeda yang pernah dan/atau sering mengikuti acara olahraga ketahanan (endurance sports event) seperti Audax >200 KM, Long Distance Triathlon (seperti Ironman 140.6), dan cabang olahraga serupa yang melibatkan aktivitas bersepeda dengan jarak jauh.

 

Apabila Anda seseorang yang berpengalaman dengan olahraga ketahanan lainnya, seperti marathon, trail running, tetapi tidak pernah atau baru memulai atau jarang bersepeda, secara fisik mungkin Anda cukup kuat, tetapi coba tanyakan pada diri sendiri: apakah Anda memiliki cukup pengalaman dan kemampuan mengendalikan sepeda untuk bersepeda di lalu lintas umum yang ramai dan terbuka?

Faktor lain yang juga harus menjadi pertimbangan adalah apakah Anda seseorang yang menyukai, menikmati, dan bisa bertahan untuk bersepeda dalam kesendirian. Perlu diingat bahwa Bentang Jawa harus diselesaikan sendiri (solo) atau berpasangan (pair) tanpa ada bantuan dari Bentang Jawa atau tim pendukung. Apabila Anda selama ini lebih sering bersepeda secara berkelompok atau memang tidak menyukai bersepeda sendirian, ada baiknya ada mencoba dulu sebelum memutuskan untuk mendaftar.

Bentang Jawa adalah lomba bersepeda jarak jauh yang menantang dan pasti menjadi pengalaman yang tidak terlupakan, tetapi kami juga menyadari bahwa Bentang Jawa tidak untuk "semua" orang. Bentang Jawa menjunjung prinsip bahwa bersepeda adalah olahraga untuk semua orang, apapun tingkat kemampuannya; dan untuk menjadi pesepeda, kita tidak harus ikut bersepeda dengan akumulasi jarak tertentu, menanjak sekian ratus meter, berada di atas sadel sekian belas jam, atau memilih salah satu "genre" sepeda. As long as you ride your bike, near or far, and sharing the road or trail during the ride, you are a cyclist and we love you.

TENTANG BATAS WAKTU/CUT OFF TIME (COT)

Ketika survei, tim Bentang Jawa membutuhkan waktu 150 jam untuk menuntaskan seluruh rute dengan kecepatan rerata (pace) yang kasual. Kasual dalam arti: (1) Kecepatan bergerak rata-rata 20 kpj; (2) Bermalam di hotel setiap malam; (3) Berhenti untuk sarapan, makan siang, teh sore, dan makan malam; (4) Menyempatkan waktu untuk berbicara dengan teman atau warga lokal yang kami temui dalam perjalanan (5) Rata-rata tiap orang mengalami masalah teknis 2 kali dalam perjalanan; (6) Berhenti untuk menunggu ketika cuaca dirasa terlalu berbahaya.

Berbekal catatan waktu tersebut, tim Bentang Jawa membulatkan batas waktu menjadi 156 jam atau 6,5 hari. Sebagai perbandingan, acara bersepeda jarak jauh Paris-Brest-Paris (PBP) berjarak 1220 KM yang harus ditempuh dalam 90 jam, sedangkan Bikingman Oman berjarak 1060 KM yang harus ditempuh dalam waktu 120 jam. 

Terdapat dua titik pengecekan (CP) dalam rute. Setiap CP memiliki batas waktu tersendiri. Peserta yang tidak berhasil mencapai CP dalam batas waktu tersebut, tetap dapat meneruskan dan menyelesaikan rute Bentang Jawa, namun akan keluar dari klasifikasi umum (akan dijelaskan lebih lanjut di Panduan Lomba).

Apabila Anda mengejar peringkat, maka Anda mungkin akan berusaha untuk memaksimalkan waktu Anda bersepeda dan mengurangi waktu istirahat dan/atau tidur. Tetapi jika tujuan Anda adalah untuk menyelesaikan sebelum batas waktu, maka Anda tidak perlu mengorbankan waktu istirahat dan/atau tidur malam, asalkan mampu menempuh jarak 230 - 250 KM dalam satu hari.

Apapun pilihan dan target pesepeda, rute Bentang Jawa akan melewati rangkaian kota kecil yang indah dan menawarkan fleksibilitas bagi pesepeda untuk mengatur strategi mereka.

PERATURAN DASAR

  1. Bersepeda dari start ke finish melewati rute yang sudah ditentukan. Start secara bersama, terdapat 2 kategori: open man dan open woman. Yang tercepat menjadi menang.

  2. Sifat kegiatan adalah unsupported. Tidak ada bantuan pihak ketiga seperti keluarga, kerabat, dan/atau teman. Bantuan dapat menggunakan atau memanfaatkan jasa/layanan umum misalnya bengkel, warung, hotel, selama layanan tersebut juga tersedia untuk pesepeda lainnya. Bantuan dari pihak asing (warga sekitar, pengguna jalan lain, dll) selama tidak diminta, diperkenankan.

  3. Tidak diperbolehkan untuk drafting (kecuali dalam satu tim).

  4. Semua pergerakan maju harus menggunakan tenaga sendiri, tidak boleh didorong (oleh motor/mobil/pesepeda lain) atau menggunakan alat bantu lainnya seperti e-bike.

  5. Semua pesepeda harus menyimpan bukti bersepeda (seperti GPS dalam bentuk file GPX, atau catatan aktivitas di Strava)

  6. GPS tracker harus selalu aktif;  tidak aktif dalam 1 hari (24jam) dianggap mengundurkan diri (scratched).

  7. Harus memiliki asuransi, menggunakan helm dan lampu; tidak ada salah satunya dianggap mengundurkan diri (scratched)

  8. Pesepeda harus patuh dan menghormati peraturan lalu lintas yang berlaku.

  9. Pesepeda mengikuti dan patuh pada semangat kemandirian dan kesetaraan.

  10. Bentang Jawa tidak menyediakan dukungan (support) dalam bentuk apapun termasuk keamanan, ambulans dan medis, mekanik, evakuasi atau bantuan dalam bentuk lainnya.

Peraturan diatas akan dijelaskan lebih lanjut di dalam PERATURAN

APA ARTI "UNSUPPORTED" / "MANDIRI" ?

Sejak kami menginformasikan keberadaan Bentang Jawa, kami menerima banyak pertanyaan tentang arti "Unsupported" atau "Mandiri". Sesungguhnya ini bukan konsep yang baru. Acara bersepeda yang terkenal seperti Audax/Randonneuring termasuk salah satu pelopor yang mengedepankan konsep kemandirian ini.

 

Secara sederhana, bersepeda mandiri atau unsupported ride artinya adalah pesepeda harus mengandalkan diri sendiri untuk bisa menyelesaikan rute Bentang Jawa. Ini berarti pesepeda tidak boleh membawa, meminta, atau menerima bantuan dari pihak ketiga seperti teman, saudara, kerabat, keluarga, kenalan, dan penduduk lokal dalam bentuk apapun. Seluruh kebutuhan pesepeda baik baju, peralatan cadangan, air, makanan dan obat, dll harus dibawa sendiri oleh pesepeda sejak lomba dimulai atau dibeli dalam perjalanan. Walaupun tidak dipungkiri dalam prakteknya interaksi dengan penduduk lokal atau kenalan masih mungkin ada dalam menerima bantuan apapun dari pihak manapun, prinsip dasar kemandirian dan kesetaraan tetap harus dijunjung. Tanyakan pada diri sendiri:

 

A. Apakah bantuan/fasilitas ini diberikan karena hubungan saya dengan pemberi bantuan? Jika jawabannya YA, maka bantuan tersebut melanggar prinsip kemandirian dan kesetaraan

B. Apakah fasilitas/bantuan yang saya terima juga tersedia untuk umum/pesepeda lainnya? Jika jawabannya TIDAK, maka bantuan tersebut melanggar prinsip kemandirian dan kesetaraan.

 

Menggunakan fasilitas/jasa umum diperbolehkan. Apa yang dimaksud fasilitas/jasa umum? Warung, restoran, bengkel, bengkel sepeda, hotel, penginapan, kos-kosan, losmen, homestay, kantor pemerintahan (seperti kantor polisi, tentara, pos), dan lain-lain.

 

Berikut adalah beberapa contoh pertanyaan yang pernah dan sering kami terima:

  1. Saya akan diikuti oleh mobil/motor/teman/keluarga sepanjang perjalanan dan bisa saya pastikan tidak akan ada kontak atau bantuan dalam bentuk apapun. Apakah ini dianggap pelanggaran ? Jawab: Ini adalah pelanggaran. Walaupun tidak ada kontak atau bantuan fisik, hal ini dianggap sebagai "bantuan moral" dan dapat mempengaruhi bagaimana peserta mengambil keputusan dan resiko selama perjalanan.

  2. Rute Bentang Jawa melewati rumah saya (atau teman dan keluarga saya), apakah saya boleh mampir? Jawab: Tidak boleh, karena rumah ini tidak termasuk jasa/fasilitas umum yang tersedia bagi seluruh peserta lainnya.

  3. Saya mampir ke warung makan/penginapan yang dimiliki oleh keluarga/kerabat saya atau mampir ke bengkel yang dimiliki oleh teman saya, apakah ini dianggap pelanggaran? Jawab: Jika fasilitas tersebut terbuka untuk umum dan tersedia bagi seluruh peserta lainnya, maka ini diperbolehkan. Tapi apabila fasilitas tersebut hanya tersedia untuk Anda dalam situasi tertentu, misalnya bengkel sebenarnya tutup, tapi dibukakan khusus untuk Anda karena ada yang meminta, maka ini dianggap melanggar.

  4. Saya ditawari makan, minum dan akomodasi oleh orang asing/penduduk lokal di perjalanan, apakah ini dianggap melanggar ? Jawab: Asalkan bantuan tersebut tidak diminta oleh peserta, peserta boleh menerima bantuan tersebut. Perlu diingat, adalah tanggung jawab peserta untuk membuktikan bahwa bantuan tersebut tidak diminta oleh peserta.

  5. Bolehkah saya meminta keluarga, rekan, teman atau saudara untuk menunjukkan jalan/arah ATAU memesan akomodasi/fasilitas umum buat saya? Jawab: Ini dianggap pelanggaran, karena pesepeda berarti mengandalkan bantuan orang lain.

  6. Apakah saya boleh memesan hotel yang akan saya gunakan selama perlombaan ? Jawab: Memesan hotel/tempat penginapan diperbolehkan SETELAH START dimulai. Pengecualian adalah untuk hotel di lokasi START dan lokasi FINISH, yang bisa dipesan kapan saja.

  7. Apakah saya boleh mengirimkan logistik/supply ke lokasi tertentu (misalnya hotel, alamat kerabat/kenalan) untuk kemudian saya ambil dan pergunakan selama perlombaan ? Jawab: Ini dianggap melanggar prinsip kesetaraan, karena tidak semua peserta memiliki kerabat/kenalan sepanjang rute perjalanan. Mengirimkan logistik/supply ke lokasi tertentu (walaupun penyedia jasa umum) seperti hotel/penginapan juga berarti bahwa peserta dengan budget yang "tidak terbatas" secara teori dapat menyiapkan logistik di semua kota yang dilewati, sementara peserta lain tidak, lagi-lagi hal ini melanggar prinsip kesetaraan.

 

Itu adalah beberapa contoh situasi yang mungkin akan dihadapi dan bukan keseluruhan, Panduan Lomba dan FAQ akan memberikan lebih banyak contoh lainnya.


Prinsip "kemandirian" dan "kesetaraan" adalah salah satu nilai utama dari Bentang Jawa, pelanggaran terhadap prinsip ini berarti pesepeda dianggap mengundurkan diri (scratched) dari kompetisi.

PENDAFTARAN

Pendaftaran saat ini sudah ditutup. Alur proses pendaftaran akan sebagai berikut (tanggal dan bulan dibawah adalah tentatif dan akan dipastikan dikemudian hari):

  1. Peminat harus mendaftarkan minatnya melalui e-form yang disediakan. (17 April - 15 Mei). Tidak ada pungutan biaya pada tahap ini, akan tetapi kami mohon bantuannya, hanya mendaftar jika Anda sudah membaca "panduan perlombaan" (race guide) secara menyeluruh DAN benar-benar berminat untuk mengikuti Bentang Jawa. Bentang Jawa ada komunitas nirlaba yang diawaki oleh sukarelawan, pendaftar yang sekedar "coba-coba" akan membuang waktu dan energi untuk melakukan proses seleksi dan menilai pendaftar yang "serius", terima kasih untuk kerjasamanya.

  2. Tim Bentang Jawa akan menyeleksi peminat untuk 50 slot yang tersedia. (16 Mei - 30 Mei). Bentang Jawa akan menyeleksi peserta berdasarkan tingkat pengalaman peserta dalam olahraga ketahanan (endurance) pada umumnya dan khususnya olahraga bersepeda. Keputusan tim Bentang Jawa adalah final. Tidak ada sistem daftar tunggu (waiting list).

  3. Hasil seleksi akan diumumkan, dan calon peserta yang lolos seleksi harus mengkonfirmasi kepesertaannya dengan membayar biaya pendaftaran** (1 Jun - 6 Juni). 

  4. Pembayaran yang dibayarkan setelah periode pembayaran, tidak akan diterima dan slot dianggap hangus. Tidak ada sistem daftar tunggu (waiting list).

  5. Peserta yang sudah terkonfirmasi akan menerima rangkaian informasi lanjutan sepanjang bulan Juni sampai Agustus.

  6. Pengambilan Race Pack akan dilakukan R-1 (2 Oktober)